Random Posts
Powered by Blogger.
Blog Archive
-
▼
2015
(20)
-
▼
October
(20)
- Pelajar NU di Jombang Doakan Muktamar Berjalan Sukses
- ALUMNI 3 BAHASA 2O1O MA ASSULAIMANIYAH
- Wisuda MA Assulaimaniyah Kelas Bahasa Tahun 2010
- Alumni MA ASSULAIMANIYAH Tahun 2004.(Mojolegi, Moj...
- Marching Band MA Assulaimaniyah
- Tak Punya Izin dan Palsukan Ijazah, 12 Kampus Swas...
- Saab tawarkan beasiswa untuk insinyur Indonesia
-
▼
October
(20)
Ads 468x60px
Featured Posts
Social Icons
Design
Technology
Sarana Pendukung KBM
‹
›
Shooting
Racing
News
Video
JOMBANGTIMES – Ratusan pelajar yang berada di
lembaga Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar
doa bersama dan istigotsah, untuk kesuksesan Muktamar ke-33 NU. Para
siswa itu berharap Muktamar NU yang akan berlangsung pada 1-5 Agustus
nanti, berjalan kondusif dan tidak ada intervensi politik dari banyak
pihak yang berkepentingan.
Jelang Muktamar NU, suhu politik di Kabupaten Jombang memang mulai memanas. Hal itu terkait gencarnya perang bendera dan atribut dari beberapa pihak. salah satunya bendera partai politik yang dipasang di area Muktamar. Bahkan sudah ada bendera salah satu partai yang dilepas secara paksa karena dipasang di pintu masuk Pondok Pesantren yang menjadi lokasi peserta Muktamar.
Kalangan pelajar dari lembaga NU meminta, pihak terkait untuk menahan ego sehingga Muktamar bisa berjalan kondusif, aman dan sukses. Menurut Barrurohim, Kepala MA Assulaimaniyah Mojoagung, seluruh pelajar dan guru di sekolah yang dikelolanya, menginginkan tak ada gesekan antar golongan di Muktamar nanti.
"Kami berdoa agar Muktamar ke-33 NU di Jombang berjalan lancar dan sukses. Muktamar NU harus bisa melahirkan pemimpin NU yang benar-benar amanah, jujur dan memiliki kharismatik untuk warga nahdliyin, dan dapat membawa manfaat bagi seluruh umat," jelas Barrurohin, ditemui usai menggelar istighotsah bersama ratusan siswa baru yang sedang menjalani MOS.
Lebih jauh, Barrurohim menyebutkan, bahwa harus ada pelajaran positif yang bisa diambil oleh para pelajar yang berideologi Nahdlatul Ulama secara umum dan Kabupaten Jombang khususnya. "Karena itu, jangan ada konflik di Muktamar nanti. Jika sampai ada konflik, justru akan menjadi tontonan negatif untuk generasi muda NU," harapnya.
Jelang Muktamar NU, suhu politik di Kabupaten Jombang memang mulai memanas. Hal itu terkait gencarnya perang bendera dan atribut dari beberapa pihak. salah satunya bendera partai politik yang dipasang di area Muktamar. Bahkan sudah ada bendera salah satu partai yang dilepas secara paksa karena dipasang di pintu masuk Pondok Pesantren yang menjadi lokasi peserta Muktamar.
Kalangan pelajar dari lembaga NU meminta, pihak terkait untuk menahan ego sehingga Muktamar bisa berjalan kondusif, aman dan sukses. Menurut Barrurohim, Kepala MA Assulaimaniyah Mojoagung, seluruh pelajar dan guru di sekolah yang dikelolanya, menginginkan tak ada gesekan antar golongan di Muktamar nanti.
"Kami berdoa agar Muktamar ke-33 NU di Jombang berjalan lancar dan sukses. Muktamar NU harus bisa melahirkan pemimpin NU yang benar-benar amanah, jujur dan memiliki kharismatik untuk warga nahdliyin, dan dapat membawa manfaat bagi seluruh umat," jelas Barrurohin, ditemui usai menggelar istighotsah bersama ratusan siswa baru yang sedang menjalani MOS.
Lebih jauh, Barrurohim menyebutkan, bahwa harus ada pelajaran positif yang bisa diambil oleh para pelajar yang berideologi Nahdlatul Ulama secara umum dan Kabupaten Jombang khususnya. "Karena itu, jangan ada konflik di Muktamar nanti. Jika sampai ada konflik, justru akan menjadi tontonan negatif untuk generasi muda NU," harapnya.
berita - Random
MEDAN, KOMPAS.com —
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi H Muhammad Nasir
mengatakan, sebanyak 12 perguruan tinggi swasta yang tidak memiliki izin
operasional dan terbukti memalsukan ijazah telah ditutup.
Perguruan-perguruan tinggi itu tersebar di sejumlah daerah di Tanah Air.
"Perguruan tinggi swasta (PTS) yang dianggap ilegal itu terpaksa harus ditutup karena merugikan masyarakat dan pendidikan tinggi," kata Nasir setelah penyerahan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang terkena dampak erupsi Gunung Sinabung, beasiswa Bidikmisi, dan beasiswa Afirmasi di Universitas Negeri Medan, Kamis (1/10/2015), seperti dikutip Antara.
Belasan PTS di sejumlah provinsi tersebut, menurut dia, sudah sering diperingatkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui koordinasi perguruan tinggi swasta (kopertis) di daerah.
"Namun, teguran tersebut tidak pernah ditanggapi PTS itu, dan mereka masih terus menerima mahasiswa baru, menerbitkan ijazah ilegal, serta melaksanakan wisuda sarjana yang tidak diakui pemerintah," ujar Nasir.
Menristek menjelaskan, dari 12 PTS yang tidak terdaftar tersebut, ada yang berada di Jakarta, Jawa (luar Jakarta), dan juga Sumatera.
Bahkan, belum lama ini, Tim Kemenristek Dikti juga menggerebek sebuah PTS di Jawa yang sedang melaksanakan prosesi wisuda sarjana, dan kegiatan tersebut melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
PTS tersebut tidak memiliki kewenangan untuk melaksanakan wisuda sarjana bagi mahasiswanya karena belum terdaftar di Kemenristekdikti.
Saat ini, banyak lulusan SLTA dan masyarakat yang terkecoh dengan PTS yang tidak resmi. Setelah selesai kuliah, serta menerima ijazah, ternyata berkas tersebut tidak dapat digunakan untuk bekerja.
Oleh karena itu, dia mengatakan, masyarakat harus selektif dan hati-hati untuk kuliah di PTS. Masyarakat dapat bertanya ke kopertis setempat mengenai universitas yang telah resmi dan memiliki izin dari Kemenristekdikti.
"Kan kita kasihan, mahasiswa tersebut capek-capek kuliah dan habis biaya, serta ijazah yang diperoleh tidak diakui pemerintah," kata mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.
Sebelumnya, perguruan tinggi University of Sumatera yang beroperasi di Medan dinyatakan ilegal dan tidak terdaftar di Kemenrestekdikti. Polresta Medan telah menangkap pimpinan berinisial MY yang diduga menjadi pembuat ijazah palsu S-1 dan S-2.
Petugas juga menyita barang bukti berupa satu lembar ijazah S-1 dan ijazah S-2 milik mahasiswa, uang tunai sebesar Rp 15 juta, brosur universitas sebanyak 2.500 lembar, ratusan lembaran kartu rencana studi (KRS), stempel rektor, stempel dekan, dan lainnya.
Tersangka MY masih ditahan di Mapolresta Medan guna pengembangan penyidikan.
"Perguruan tinggi swasta (PTS) yang dianggap ilegal itu terpaksa harus ditutup karena merugikan masyarakat dan pendidikan tinggi," kata Nasir setelah penyerahan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang terkena dampak erupsi Gunung Sinabung, beasiswa Bidikmisi, dan beasiswa Afirmasi di Universitas Negeri Medan, Kamis (1/10/2015), seperti dikutip Antara.
Belasan PTS di sejumlah provinsi tersebut, menurut dia, sudah sering diperingatkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui koordinasi perguruan tinggi swasta (kopertis) di daerah.
"Namun, teguran tersebut tidak pernah ditanggapi PTS itu, dan mereka masih terus menerima mahasiswa baru, menerbitkan ijazah ilegal, serta melaksanakan wisuda sarjana yang tidak diakui pemerintah," ujar Nasir.
Menristek menjelaskan, dari 12 PTS yang tidak terdaftar tersebut, ada yang berada di Jakarta, Jawa (luar Jakarta), dan juga Sumatera.
Bahkan, belum lama ini, Tim Kemenristek Dikti juga menggerebek sebuah PTS di Jawa yang sedang melaksanakan prosesi wisuda sarjana, dan kegiatan tersebut melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
PTS tersebut tidak memiliki kewenangan untuk melaksanakan wisuda sarjana bagi mahasiswanya karena belum terdaftar di Kemenristekdikti.
Saat ini, banyak lulusan SLTA dan masyarakat yang terkecoh dengan PTS yang tidak resmi. Setelah selesai kuliah, serta menerima ijazah, ternyata berkas tersebut tidak dapat digunakan untuk bekerja.
Oleh karena itu, dia mengatakan, masyarakat harus selektif dan hati-hati untuk kuliah di PTS. Masyarakat dapat bertanya ke kopertis setempat mengenai universitas yang telah resmi dan memiliki izin dari Kemenristekdikti.
"Kan kita kasihan, mahasiswa tersebut capek-capek kuliah dan habis biaya, serta ijazah yang diperoleh tidak diakui pemerintah," kata mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.
Sebelumnya, perguruan tinggi University of Sumatera yang beroperasi di Medan dinyatakan ilegal dan tidak terdaftar di Kemenrestekdikti. Polresta Medan telah menangkap pimpinan berinisial MY yang diduga menjadi pembuat ijazah palsu S-1 dan S-2.
Petugas juga menyita barang bukti berupa satu lembar ijazah S-1 dan ijazah S-2 milik mahasiswa, uang tunai sebesar Rp 15 juta, brosur universitas sebanyak 2.500 lembar, ratusan lembaran kartu rencana studi (KRS), stempel rektor, stempel dekan, dan lainnya.
Tersangka MY masih ditahan di Mapolresta Medan guna pengembangan penyidikan.
berita - featured - Random
Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan pertahanan dan pengamanan dari
Swedia, Saab, memberikan beasiswa pascasarjana bidang aeronautika
sebagai bagian dari usaha memperbanyak insinyur Indonesia pada bidang
ini.
Saab, bersama dengan KTH Royal Institute of Technology, Swedia, menyelenggarakan Kompetisi Beasiswa Pascasarjana Aeronautika KTH di Indonesia Oktober ini.
Saab dan KTH akan memberikan beasiswa pascasarjana untuk seorang mahasisa/mahasiswi Indonesia untuk belajar program aeronautika di KTH, Stockholm.
Dalam skema beasiswa itu, Saab akan menyediakan tunjangan hidup di Swedia selama durasi program beasiswa ini dan KTH akan menyediakan biaya pendidikannya.
Kepala Perwakilan Saab Indonesia, Peter Carlqvist, di Jakarta, Jumat, mengatakan program beasiswa ini memungkinkan mahasiswa Indonesia mempunyai akses ke pendidikan pascasarjana yang difokuskan ke pemahaman teknologi terdepan dan juga kesempatan praktik lapangan di Swedia.
“Hal ini juga menjadi jembatan antara organisasi, industri, dan institusi akademis Indonesia dan Swedia,” kata dia.
Saab juga telah bekerja sama dengan Universitas Pertahanan dan ITB dalam pengembangan sains dan SDM Indonesia sebagai bentuk komitmennya dalam menghadirkan kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Saab termasuk perusahaan pertahanan dan sistem keamanan berlini produksi lengkap, dari sisi aeronautika dan kedirgantaraan, penginderaan jarak jauh dan pengamatan/pengintaian, maritim, pertahanan darat dan sistem peluru kendali, radar, hingga kapal selam.
Swedia memiliki filosofi Triple Helix dalam pengembangan dan implementasi ekonomi, sains, teknologi, dan inovasinya. Industri, perguruan tinggi dan lembaga riset nasional, dan pemerintah Kerajaan Swedia bahu-membahu mewujudkan filosofi ini secara konsisten sejak lama.
"Saab sudah sejak lama memberlakukan metode kerja inovatif dan transfer teknologi melalui kerjasama dengan institusi akademis," kata President & CEO, Saab Asia Pacific, Dan Enstedt.
Di sini, menurut Enstedt, Saab bermitra lewat Kompetisi Beasiswa Pascasarjana Aeronautika KTH untuk membangun relasi antara kedua negara pada sektor pendidikan dan teknologi.
Para peserta kompetisi diharapkan menunjukkan kehebatannya dalam pemikiran logis dan pengetahuan komprehensif dalam lingkup perekayasaan demi mendapatkan beasiswa ini.
Program ini terbuka untuk mahasiswa Indonesia yang masih kuliah di fakultas teknik atau sudah lulus dari fakultas teknik di dalam negeri.
Kompetisi mulai pada 1 Oktober dan berakhir November 2015, serta bisa diaskes di https://sqore.com/opportunity/kth-indonesia-challenge.
Pemenang akan diumumkan Desember tahun ini, sedangkan upacara penyerahan berlangsung pada 2016.
Saab, bersama dengan KTH Royal Institute of Technology, Swedia, menyelenggarakan Kompetisi Beasiswa Pascasarjana Aeronautika KTH di Indonesia Oktober ini.
Saab dan KTH akan memberikan beasiswa pascasarjana untuk seorang mahasisa/mahasiswi Indonesia untuk belajar program aeronautika di KTH, Stockholm.
Dalam skema beasiswa itu, Saab akan menyediakan tunjangan hidup di Swedia selama durasi program beasiswa ini dan KTH akan menyediakan biaya pendidikannya.
Kepala Perwakilan Saab Indonesia, Peter Carlqvist, di Jakarta, Jumat, mengatakan program beasiswa ini memungkinkan mahasiswa Indonesia mempunyai akses ke pendidikan pascasarjana yang difokuskan ke pemahaman teknologi terdepan dan juga kesempatan praktik lapangan di Swedia.
“Hal ini juga menjadi jembatan antara organisasi, industri, dan institusi akademis Indonesia dan Swedia,” kata dia.
Saab juga telah bekerja sama dengan Universitas Pertahanan dan ITB dalam pengembangan sains dan SDM Indonesia sebagai bentuk komitmennya dalam menghadirkan kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Saab termasuk perusahaan pertahanan dan sistem keamanan berlini produksi lengkap, dari sisi aeronautika dan kedirgantaraan, penginderaan jarak jauh dan pengamatan/pengintaian, maritim, pertahanan darat dan sistem peluru kendali, radar, hingga kapal selam.
Swedia memiliki filosofi Triple Helix dalam pengembangan dan implementasi ekonomi, sains, teknologi, dan inovasinya. Industri, perguruan tinggi dan lembaga riset nasional, dan pemerintah Kerajaan Swedia bahu-membahu mewujudkan filosofi ini secara konsisten sejak lama.
"Saab sudah sejak lama memberlakukan metode kerja inovatif dan transfer teknologi melalui kerjasama dengan institusi akademis," kata President & CEO, Saab Asia Pacific, Dan Enstedt.
Di sini, menurut Enstedt, Saab bermitra lewat Kompetisi Beasiswa Pascasarjana Aeronautika KTH untuk membangun relasi antara kedua negara pada sektor pendidikan dan teknologi.
Para peserta kompetisi diharapkan menunjukkan kehebatannya dalam pemikiran logis dan pengetahuan komprehensif dalam lingkup perekayasaan demi mendapatkan beasiswa ini.
Program ini terbuka untuk mahasiswa Indonesia yang masih kuliah di fakultas teknik atau sudah lulus dari fakultas teknik di dalam negeri.
Kompetisi mulai pada 1 Oktober dan berakhir November 2015, serta bisa diaskes di https://sqore.com/opportunity/kth-indonesia-challenge.
Pemenang akan diumumkan Desember tahun ini, sedangkan upacara penyerahan berlangsung pada 2016.
berita - featured - Random
Subscribe to:
Posts (Atom)















